TULISAN 5
Buat narasi tentang `Harapan yang ada pada hidup kita`
Selagi dihati menyimpan sebuah harapan, maka kehidupan kita akan dapat berjalan menuju kepada kecemerlangan paada masa depan.
"Walaupun aku tidak
punya apa-apa dan hidup dalam kemiskinan, aku tidak akan pernah berputus
asa , karena aku masih punya HARAPAN yang indah untuk diraih!".
Harapan adalah sebuah keindahan hidup yang akan datang bila ada kemauan untuk meraihnya. Karena saya selalu merasa dan yakin punya harapan yang indah pada
waktunya selagi punya kemauan dan motivasi. Sehingga penderitaanpun tak
terasa menjadi beban. Harapan adalah sebuah keindahan hidup yang akan datang bila ada kemauan untuk meraihnya. Dan saya selalu percaya, prang yan punya harapan pasti akan punya masa depan. Karena harapan itu adalah sebuah kekuatan untuk lebih bersemangat dan bekerja keras, bukannya hanya duduk manis, berdiam diri dan hanya berharap. Oleh sebab itu, jangan pernah mencoba untuk memadamkan HARAPAN
didalam hati kita.Karena itu yang akan menerangi jalan hidup kita
kedepan.
Tidak ada salahnya dong ketika saya mempunyai sebuah harapan yang tinggi untuk diraih. Sebab ketika sebuah harapan digantungkan, pasti timbul sebuah keinginan untuk meraihnya. Bila harapan itu selalu ada di hati, Dan aku yakin Allah pun pasti akan
selalu merestui untuk menjadi sebuah kenyataan bagi siapa saja yang
punya harapan itu. Jadi, jangan takut untuk mempunyai harapan-harapan yang indah dalam setiap langkah kehidupan.
Karena suatu saat pasti akan menjadi nyata bila kita percaya dengan "Usaha, Semangat dan Keyakinan untuk meraihnya"
Nama : Nurul Jannah
Kelas : 2SA04
NPM : 15611400
Minggu, 23 Desember 2012
TULISAN 4
Buat tulisan dengan tema `Cita-Cita`
Setiap manusia mempunyai Cita-cita, karena cita-cita adalah angan-angan yang mendorong mausia untuk terus hidup. Cita-cita orang pun berbeda-beda, ada yang bercita-cita menjadi polisi, dokter, guru dan lain sebagainya. saya sendiri pun bercita-cita menjadi dokter tetapi takdir bekata lain. kita sebagai manusia mensikapi segala keinginan atau pun cita-cita pasti semua orang mendambakannya. tapi semua itu pastilah melalui proses, didalam proses itulah akan muncul bebagai macam halangan dan cobaan yang mungkin silih berganti yang mencoba menghalau kita dari jalur yang sudah ditentukan. kita ditutun untuk bisa menghadapi itu semua dengan penuh kesabaran dan tetap berada dalam tuntunan agama.
Nama : Nurul Jannah
Kelas : 2SA04
NPM : 15611400
- www.gunadarma.ac.id
- www.studentsite.gunadarma.ac.id
Buat tulisan dengan tema `Cita-Cita`
Setiap manusia mempunyai Cita-cita, karena cita-cita adalah angan-angan yang mendorong mausia untuk terus hidup. Cita-cita orang pun berbeda-beda, ada yang bercita-cita menjadi polisi, dokter, guru dan lain sebagainya. saya sendiri pun bercita-cita menjadi dokter tetapi takdir bekata lain. kita sebagai manusia mensikapi segala keinginan atau pun cita-cita pasti semua orang mendambakannya. tapi semua itu pastilah melalui proses, didalam proses itulah akan muncul bebagai macam halangan dan cobaan yang mungkin silih berganti yang mencoba menghalau kita dari jalur yang sudah ditentukan. kita ditutun untuk bisa menghadapi itu semua dengan penuh kesabaran dan tetap berada dalam tuntunan agama.
Nama : Nurul Jannah
Kelas : 2SA04
NPM : 15611400
- www.gunadarma.ac.id
- www.studentsite.gunadarma.ac.id
TUGAS 3
1. Apa yang anda lakukan ketika sedang merasakan Kegelisahan?
Jawab :
Pasti setiap manusia pernah mengalami kegelisahan.ada yang mengalaminya keseringan dan ada pula yang jarang. Kegelisahan ini terjadi karna faktor masalah yang berbeda-beda pula. kegelisahan ini juga dapat dirasakan dan dilihat ketika dari cara bersikap dan tingkah laku seseorang. kita tidak bisa menilai sepihak bahwa seseorang sedang Galau. karna tergantung dari seseorang itu sendiri, bagaimana menyikapi kegelisahan dalam dirinya
Dan ketika saya berada dalam kegelisahan, yaitu dengan cara:
a. Menangis
saat saya berada dalam masalah dan menyababkan kegelisahan, saya akan menangis telebih dahulu saat mengalami kegelisahan. karna bagi saya tetesan air mata adalah sebagian dari kewajiban yang memang harus dikeluarkan. setelah menangis saya pun lega.
b. Berfikir
saya akan terus menerus berfikir dan memutar otak bagaimana caranya bisa terselesaikan
c. Berdoa
berdoa agar jalan yang diambil tidak salah langkah dan selalu dalam lindungan-Nya
d. Tidur
mungkin dengan tidur masalah yang ada akan sedikit terlupakan namun setidaknya otak pun akan terasa lebih tenang dan mengahadapi masalah dengan kepala dingin.
e. Bersosialisasi
bersosialisasi dengan teman sekitar itu sudah sedikit membantu meghilangkan setres, karna kegelisahan yang ada di dalam pikiran. contoh: mengobrol, bercanda ria dengan teman sebaya
f. Curhat
curhat pun tidak kalah pentingnya untuk saya, karna kita sebagai makhluk sosial butuh teman, Kakak, Adik dan orang tua yang dapat mendengarkan dengan seksama keluh kesah yang kita alami.
g.Makan
ketika saya mengalami kegelisahan, saya cenderung untuk melampiaskannya dengan makan. karna lebih baik makan ketimbang harus meladeni emosi sendiri
2. Apakah yang anda lakukan tersebut efektif atau tidak? jelaskan!
Jawab:
Menurut saya hal yang saya lakukan tersebut itu efektif karena bisa diartikan berguna bagi diri saya sendiri dan tidak menyebabkan saya depresi yang begitu mendalam hanya karena `Galau`
Nama : Nurul Jannah
Kelas : 2SA04
NPM : 15611400
1. Apa yang anda lakukan ketika sedang merasakan Kegelisahan?
Jawab :
Pasti setiap manusia pernah mengalami kegelisahan.ada yang mengalaminya keseringan dan ada pula yang jarang. Kegelisahan ini terjadi karna faktor masalah yang berbeda-beda pula. kegelisahan ini juga dapat dirasakan dan dilihat ketika dari cara bersikap dan tingkah laku seseorang. kita tidak bisa menilai sepihak bahwa seseorang sedang Galau. karna tergantung dari seseorang itu sendiri, bagaimana menyikapi kegelisahan dalam dirinya
Dan ketika saya berada dalam kegelisahan, yaitu dengan cara:
a. Menangis
saat saya berada dalam masalah dan menyababkan kegelisahan, saya akan menangis telebih dahulu saat mengalami kegelisahan. karna bagi saya tetesan air mata adalah sebagian dari kewajiban yang memang harus dikeluarkan. setelah menangis saya pun lega.
b. Berfikir
saya akan terus menerus berfikir dan memutar otak bagaimana caranya bisa terselesaikan
c. Berdoa
berdoa agar jalan yang diambil tidak salah langkah dan selalu dalam lindungan-Nya
d. Tidur
mungkin dengan tidur masalah yang ada akan sedikit terlupakan namun setidaknya otak pun akan terasa lebih tenang dan mengahadapi masalah dengan kepala dingin.
e. Bersosialisasi
bersosialisasi dengan teman sekitar itu sudah sedikit membantu meghilangkan setres, karna kegelisahan yang ada di dalam pikiran. contoh: mengobrol, bercanda ria dengan teman sebaya
f. Curhat
curhat pun tidak kalah pentingnya untuk saya, karna kita sebagai makhluk sosial butuh teman, Kakak, Adik dan orang tua yang dapat mendengarkan dengan seksama keluh kesah yang kita alami.
g.Makan
ketika saya mengalami kegelisahan, saya cenderung untuk melampiaskannya dengan makan. karna lebih baik makan ketimbang harus meladeni emosi sendiri
2. Apakah yang anda lakukan tersebut efektif atau tidak? jelaskan!
Jawab:
Menurut saya hal yang saya lakukan tersebut itu efektif karena bisa diartikan berguna bagi diri saya sendiri dan tidak menyebabkan saya depresi yang begitu mendalam hanya karena `Galau`
Nama : Nurul Jannah
Kelas : 2SA04
NPM : 15611400
Minggu, 28 Oktober 2012
"Definisi Keindahan"
Menurut para ahli, yaitu :
- Leo Tolstoy, pujangga Rusia
Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa sedang bagi yang melihatnya.
- Hemsterhuis, pujangga Belanda
keindahan adalah sesuatu yang paling banyak mendatangkan rasa senang. - Emmanuel Kant
Keindahan atau keserasian diwujudkan dalam bentuk ukuran, perpaduan, pertentangan atau keseimbangan. Ukuran segi panjang yang indah adalah 3 berbanding 5, perpaduan kulit yang gelap dengan baju yang berwarna lembut adalah serasi, pertentangan tinggi rendah atau keras lembutnya suara musik adalah indah dan keseimbangan yang tercipta dari seorang yang bertubuh tinggi mengenakan baju bergaris horisontal atau orang yang pendek mengenakan baju bergaris vertikal adalah serasi.
KesimpulanJadi, keindahan bukan hanya sekedar dari apa yang kita lihat tetapi keindahan juga bisa kita rasakan resapi, seperti macam halnya sikap yang lembut, sopan dan beradab merupakan Keindahan Moral. Keindahan pun juga dapat ditunjukkan oleh anggota badan contohnya seperti(kaki, tangan, kepala, bahu, bibir, mulut, mata), cara berbahasa serta perpaduan pikiran perasaan dan kemauan.Nama : Nurul JannahNPM : 15611400Kelas : 2SA04
Jumat, 26 Oktober 2012
"Chairul Tanjung si Anak Singkong"
Sebuah buku super inspiratif menurut saya, setelah
membacanya. Penuturan cerita yang apa adanya membuat jauh dari kesan
lebay atau mendramatisir keadaan. Berbagai kisah yang membuat saya
tergetar haru dan speechless.
Buku yang merupakan kisah perjalanan hidup
seorang pengusaha sukses di negeri ini. Chairul Tanjung, adalah pemilik
beberapa perusahaan besar seperti stasiun televisi swasta ( Trans TV),
Trans Studio, hotel, bank, dan terakhir kabarnya menjadi salah salah
satu pembeli 10% saham perusahaan penerbangan papan atas Indonesia (
Garuda ) dsb dll.
Untuk menuliskan ekstrak sebuah buku setebal 384
halaman tentu tidak cukup mudah. Namun di sini saya ingin berbagi
sedikit kisah yang semoga bermanfaat bagi Anda yang belum sempat
membaca buku tersebut ( sejujurnya, saya berharap sahabat semua
menyempatkan untuk membacanya suatu saat nanti). Maka, saya coba
menuangkan beberapa kenangan masa kanak-kanak hingga masa kuliah saja,
segera setelah saya selesai membacanya, hari ini.
Chairul
Tanjung kecil melalui hari-hari penuh keceriaan sebagai anak pinggiran
kota Metropolitan. Bermain bersama teman-teman dengan membuat pisau dari
paku yang digilaskan di roda rel dekat rumahnya di Kemayoran, adalah
kegiatan seru yang menyenangkan. Juga bersepeda beramai-ramai di akhir
pekan ke kawasan Ancol, sambil jajan penganan murah, buah lontar.
Kelas 1 hingga kelas 2 SD sekolah diantar
jemput oleh Kak Ana, seorang sanak keluarga dari Sibolga, dengan naik
oplet. Selanjutnya kelas 3 SD sudah bisa pulang-pergi sekolah sendiri.
Saat usia SMP, Bapaknya ( Abdul Gafar Tanjung )
yang saat itu telah mempunyai percetakan, koran, transportasi dll gulung
tikar dan dinyatakan pailit oleh pemerintah karena idealismenya yang
bertentangan dengan pemerintah yang berkuasa saat itu ( Soeharto). Sang
ayah adalah Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Ranting Sawah
Besar. Semua koran Bapaknya dibredel. Semua aset dijual hingga tak memiliki rumah satu pun.
Mungkin demi gengsi, di awal-awal, Bapaknya menyewa
sebuah losmen di kawasan Kramat Raya, Jakarta untuk tinggal mereka
sekeluarga. Hanya satu kamar, dengan kamar mandi di luar yang kemudian
dihuni 8 orang. Kedua orang tua Chairul, dan 6 orang anaknya, termasuk
Chairul sendiri.
Tidak kuat terus-menerus membayar sewa losmen,
mereka kemudian memutuskan pindah ke daerah Gang Abu, Batutulis. Salah
satu kantong kemiskinan di Jakarta waktu itu. Rumah tersebut adalah
rumah nenek Chairul, dari ibundanya, Halimah.
Ibunya adalah sosok yang jarang
sekali mengeluhkan kondisi, sesulit apapun keadaan keluarga. Namun saat
itu, Chairul melihat raut wajah ibunya sendu, tidak ceria dan tampak
lelah. Setelah ditanya, lebih tepatnya didesak Chairul, Ibunya baru
berucap : ”Kamu punya sedikit uang, Rul? Uang ibu sudah habis dan untuk belanja nanti pagi sudah tidak ada lagi. Sama sekali tidak ada”.
( Tidak diceritakan lebih jelas
akhirnya mendapat solusi dari mana, namun kita bisa tahu bahwa di usia
SMP, Chairul sudah menyadari bagaimana kesulitan orang tuanya, bahkan
untuk makan sehari-hari. Dan Ibunya adalah sosok yang sangat tabah
menjalani kerasnya kehidupan).
Menunggu Bapak Pulang demi Zakat Fitrah
Suatu hari malam takbiran saat
saya masih kelas dua SMP. Was-was menunggu bapak yang belum juga pulang.
Saya sendirian menunggu beliau di ujung gang seraya berdoa semoga
beliau kali ini membawa uang untuk zakat fitrah kami sekeluarga.
Nanar melihat euforia malam
takbiran. Teman-teman sebaya sudah bergembira, beberapa di antaranya
bahkan menyewa becak keliling kota.
Beberapa kali air mata ini
sempat menetes, sangat sesak rasanya. Ada tetangga yang memperhatikan
dan sempat akan memberi zakat, saya tolak. ”Ya Allah, kami masih kuat
berdiri. Meski tidak punya uang, kami masih mampu mencari,” saya pikir.
Alhamdulillah, menit-menit
terakhir menjelang shalat Id, bapak akhirnya pulang dan memberi sejumlah
uang untuk membayar zakat kami sekeluarga.
Pukul 03.30 pagi saya bangunkan pengurus masjid yang tengah lelap dalam tidurnya
dan menyerahkan uang itu. Setelah itu lega luar biasa. Langsung
bergegas ke masjid untuk shalat Id meski tanpa pakaian baru seperti
teman-teman lainnya. Allahu Akbar! Tuntas kewajiban kami, ya Allah!”
Tidak ikut Study Tour ke Yogyakarta
Kelas 3 SMP sebagaimana yang dilakukan di banyak
sekolah, diselenggarakan acara study tour yang pengumumannya 2 bulan
sebelum keberangkatan.
Pak A.G Tanjung ( bapaknya
Chairul ) saat itu mengelola perusahaan transportasi milik kawannya,
sehingga otomatis Chairul mengetahui proses kerja penanganan wisata.
Maka ia pun dipercaya sebagai koordinator transportasi untuk acara study
tour sekolahnya ke Yogya tersebut. Namun sampai tiba waktunya, ibunya
tidak mempunyai cukup uang untuk membayar biaya study tour senilai Rp.
15.000,- sehingga dengan alasan ada kepentingan keluarga, Chairul tidak
ikut berangkat dalam acara
yang bahkan ia sendiri yang sibuk mengurus berbagai persiapan. Ia
mengerjakan tugasnya sebagai koordinator dengan seksama dan melepas
kepergian teman-temannya di halaman sekolah, dengan perasaan sakit yang
disembunyikan serapat mungkin.
Menggadaikan Kain Halus Ibu sebagai Biaya Kuliah
Mendaftar di perguruan tinggi negeri adalah
satu-satunya pilihan untuk bisa kuliah saat itu, karena belum banyak
pilihan untuk melanjutkan di universitas swasta. Jika pun ada, biayanya
sangat tinggi. Jadi jika tidak diterima di negeri, alamat jalan untuk
melanjutkan pendidikan tertutup sudah. Tidak mungkin keluarganya dapat
membayar biaya kuliah di perguruan tinggi swasta, apalagi semua
anak-anaknya masih dalam masa pendidikan.
Maka, adalah sebuah kebahagiaan yang tak terkira
saat melihat nama Chairul Tanjung termasuk di antara daftar siswa yang
dinyatakan lulus UMPTN. Pulang dari tempat pengumuman di Parkir Timur
Senayan, Chairul mengabarkan pada orang tuanya bahwa ia diterima di FKG.
Sebuah kabar bahagia tentunya, disertai pemberitahuan lain berupa biaya
kuliah di FKG-UI. Total Rp. 75.000,- yang rinciannya adalah Rp. 45.000
untuk biaya kuliah, dan 30.000 untuk biaya administrasi, uang jaket dsb.
Ibunya meminta waktu beberapa hari untuk
menyiapkannya. Dan sesuai janji, beberapa hari kemudian Ibunya tersenyum
sambil memberikan uang yang yang diperlukan. Maka tahun 1981 Chairul
Tanjung tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Indonesia.
Minggu awal masuk kuliah, Chairul didaulat menjadi
Ketua Angkatan Mahasiswa FKG-UI, atau mendapat julukan Jendral
Angkatan”. Bisa jadi karena postur tubuhnya yang tinggi besar, dan tentu
karena pengalaman berorganisasi dari SMP dan SMA yang telah
dijalankannya.
Berinteraksi dengan para sahabat
baru di kampus adalah hal baru yang menyenangkan tentunya. Meski mengaku
sering makan di kantin CM ”Cepek Murah” Warung Toyib dengan nasi
setengah porsi, sayur, tempe/tahu, semua terasa nikmat dan membuatnya
bahagia.
Hingga suatu sore, ibunya, Ibu Halimah yang di
kalangan tetangga dekat biasa dipanggil Mpok Limah, asli Cilandak,
Sukabumi, Jawa Barat, berkata dengan terus terang kepadanya. Bahwa untuk
ongkos kuliah ibunya harus pontang-panting mendapatkan uang. Dengan air
mata, ibunya menatap sang anak sambil berucap ”Chairul, uang kuliah
pertamamu yang ibu berikan beberapa hari yang lalu ibu dapatkan dari
menggadaikan kain halus ibu. Belajarlah dengan serius, Nak.”
Mendengar itu, bumi tempatnya berpijak seolah
berhenti berotasi, ia lemas seperti tanpa darah. Bisa dibayangkan, baru
menikmati keceriaan bertemu teman-teman baru, tiba-tiba mendengar berita
menyedihkan itu. Chairul mengaku terpukul, shock. Bukan untuk putus asa
dan menyerah terhadap keadaan, namun sebaliknya. Dari situlah ia
bertekad untuk tidak meminta uang lagi kepada orang tuanya. Ia harus
bisa memenuhi semua keperluan kuliah dengan usahanya sendiri.
Lima Belas Ribu Pertama dalam Hidup Chairul
Di FKG-UI banyak sekali praktikum, dari membuat
gigi palsu menggunakan wax ( lilin), gipsum, dsb. Ada buku praktikum
sekitar 20 halaman yang harus diperbanyak ( difotocopy) oleh mahasiswa
sebagai pedoman wajib.
Di lingkungan Salemba Raya,
bertebaran tukang foto kopi dengan ongkos per lembar Rp. 25,- sehingga
diperlukan total Rp. 500,- untuk mendapatkan buku tersebut.
Nah, Chairul mempunyai teman SMP yang orang tuanya
memiliki usaha percetakan di Jl. Bango V No. 5, Senen. Namanya Bravo
Printing. Usaha percetakan milik Pak Surya itu dijalankan oleh Pak Surya
sendiri beserta anak-anaknya Toni, Hardi Surya, Beni ( teman Chairul).
Maka Chairul datang ke
percetakan itu meminta tolong pada Hardi Surya ( kakak kelas Chairul di
SMP juga ), dan disanggupi dikerjakan dengan harga Rp 150. Dikerjakan
dulu, dibayar setelah selesai.
Maka, peluang usaha mulai dilihatnya. Esoknya,
Chairul menawarkan jasa cetak diktat dengan harga Rp.300, lebih hemat
tentunya dibanding harga pasar yang Rp. 500,-. Singkat cerita, ada 100
orang temannya yang mendaftar mencetak di Chairul, dan otomatis ia
mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 15.000,-
Sebuah keuntungan yang diperoleh dengan proses sangat mdah, dengan hanya berbekal jaringan dan kepercayaan.
Uang keuntungan usaha yang
baru pertama kali diterimanya sebesar 15.000 itu dirasakan Chairul
sebagai momentum pembangkit kepercayaan diri selanjutnya.
Puluhan ribu berikutnya,
ratusan ribu dan jutaan berikutnya bukan perkara sulit jika semangat dan
kepercayaan bisa terus dijaga. Sejak itu hidupnya terasa lebih mudah.
Dari 15.000 itu kemudian ia terkenal ke seantero
kampus sebagai pengganda diktat yang murah. Awalnya ia mendapat tempat
fotocopy murah di daerah Grogol ( Rp. 15,-/lembar dan karena memberi
order banyak didiscount menjadi Rp.12,5/lembar). Dosen dan teman-teman
lintas jurusan kerap menitipkan fotocopy padanya. Praktis nyaris tiap
hari ia mondar-mandir Grogol-Salemba dengan bajaj mengangkut
diktat-diktat yang difotocopy dibantu beberapa orang sahabatnya.
Berikutnya karena merasa lama-lama kerepotan
mondar-mandir sementara iapun harus mengikuti jam perkuliahan dan
menjalankan berbagai praktikum, ia mengajukan permohonan memanfaatkan
ruang kosong di bawah tangga untuk menempatkan mesin foto copy.
Dan berkat hubungan baik dengan hampir semua dosen, karyawan bahkan rektor UI, ijin itu mudah didapatkan.
Lalu Chairul meminta pemilik mesin
fotocopy itu membuka counter di bawah tangga di fakultasnya di Salemba.
Ia mendapat marketing fee sebesar Rp.2,5,-/lembar. Dan setiap sore,
Chairul tinggal datang ke tempat fotocopyan sambil meminta setoran
layaknya bos…:)
( Kita semua pasti akan turut tersenyum terhibur membacanya…bangga dan haru…)
Demikianlah naluri bisnisnya kian terasah. Dari
mulai usaha fotocopy, merambah ke bisnis alat-alat kesehatan sebagai
salah satu kebutuhan pokok mahasiswa kedokteran gigi. Lalu masuk mencoba
bisnis di luar kampus meski diakhiri cerita kebangkutan dengan ditutup
tokonya.
Namun bangkit lagi dengan usaha jual-beli mobil bekas, bengkel reparasi mobil, kontraktor kecil-kecilan, dst dll.
Tahun 1984, di masa kuliah tahun ke 4 (usia 22
tahun) Chairul telah berhasil membeli mobil Honda Civic warna coklat
keluaran tahun 1976 seharga 3,6 juta. Dan tahun 1986 berganti Honda
Accord keluaran tahun 1981.
Perolehan itu menunjukkan bahwa ia telah berhasil
mewujudkan tekadnya untuk tidak meminta biaya kuliah pada orang tuanya,
sekaligus juga telah mulai menuai hasil usahanya dengan kerja keras dan
kerja cerdas tersebut. Sebuah prestasi yang membanggakan setiap orang
tua tentunya.
Begitulah Chairul….sambil
tekun menjalankan usahanya, ia juga paralel dengan aktif di berbagai
kegiatan organisasi kampus dan aktifitas sosial. Semua dijalankan secara
seimbang dan bersamaan.
Hingga di usia dewasa Chairul terus
memperluas jalinan silaturahim ke berbagai kalangan, berani mempelajari
aneka bisnis baru dan mencari jalan untuk menjalankan dengan
sebaik-baiknya. Gabungan antara kerja keras, menjaga kepercayaan,
mengedepankan kejujuran dan etika bisnis, tak pernah berhenti belajar
dan disertai dengan doa terbaik tentunya.
Pak Chairul Tanjung, sesosok pengusaha besar
nasionalis yang sangat diperhitungkan di negeri ini, termasuk bagi Pak
Dahlan Iskan yang saat itu sempat mengirimkan sms menawarkan penjualan
saham Garuda sebagaimana yang sempat diceritakan oleh Pak Dis sendiri di
Manufacturing Hope beberapa waktu lalu. Beliau mungkin telah
menggenggam berbagai cerita kesuksesan hari ini yang adalah hasil jerih
payah dan kerja kerasnya yang dimulai sangat dini.
Tempaan hidup berupa kemiskinan, seringkali menjadikan seseorang menjadi tangguh, berkarakter dan berkepribadian.
Lalu, jika sebagian kita yang Alhamdulillah mungkin
tak sampai harus mengalami kelaparan sebagaimana Pak Chairul Tanjung,
dan Pak Dahlan Iskan di masa kecil……dapatkah kita mempunyai semangat
juang yang sama dengan mereka semua?
Sejauh mana usaha dan kerja keras kita hari ini?
Dapatkah kita menggembleng anak-anak kita untuk menyadari bahwa tugas di
pundak mereka adalah menjadi manusia-manusia bermanfaat di hari
depannya kelak?
Pertanyaan-pertanyaan yang tak mudah menjawabnya Pun adalah pekerjaan yang tidak segampang mengatakannya. Yang
pasti…harus terus kita nyalakan api semangatnya….agar setidaknya kita
tahu apa yang harus kita lakukan hari ini, esok dan lusa.
Nama : Nurul Jannah
NPM : 1561140
Kelas : 2SA04
Puisi Cinta Kasih
Dalam senja daku terpana
Memikirkan cinta sampai merana
Memikirkan kasih nan jauh disana
Menari anggun dalam ukiran pena
Daku merajut cinta dalam dunia asa
Imajinasi bercerita dalam sebuah rasa
Memoripun bercermin dalam genggaman massa
Dan menyejukan hati yang kelabu ....
Nama : Nurul Jannah
NPM : 15611400
Kelas : 2SA04
"Dalam Senja"
Dalam senja daku terpana
Memikirkan cinta sampai merana
Memikirkan kasih nan jauh disana
Menari anggun dalam ukiran pena
Daku merajut cinta dalam dunia asa
Imajinasi bercerita dalam sebuah rasa
Memoripun bercermin dalam genggaman massa
Dan menyejukan hati yang kelabu ....
Nama : Nurul Jannah
NPM : 15611400
Kelas : 2SA04
Kamis, 11 Oktober 2012
"BUDAYA BANGSA TIMUR"
Budaya Bangsa Timur adalah suatu bangsa yg cukup menjunjung tinggi norma tata krama atau yg biasa disebut norma kesopanan, dengan adanya suatu nilai kesopanan dan saling menghormati pada setiap manusia maka akan terjalin kebersamaan dan adanya kepedulian antar sesama manusia. Jadi sikap kepribadian bangsa timur ang terkenal akan ke ramah tamahan nya harus di tiru agar terbangun sikap positif di dalam kepribadian masing-masing individu.
Dari berbagai definisi, dapat
diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi
tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam
pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat
abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan
oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda
yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk
membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Negara Indonesia memiliki beragam budaya, suku
dan adat istiadat. Indonesia termasuk dalam bagian negara-negara yang ada dalam
posisi benua asia memiliki adat yang disebut adat ketimuran. Indonesia yang
tergabung dari berbagai suku dan terkenal dengan keramahtamahan masyarakatnya
dan tingginya rasa saling menghormati antar sesama. Indonesia sangat berbeda
dengan negara-negara barat, karena pandangan hidup dan kebiasaan masyarakatnya
yang berbeda. Dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memiliki adat
ketimuran, rasa toleransi, ramah, sopan santun, saling menghargai dan gotong
royong selalu menjadi dasar hidup masyarakat Indonesia.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang
penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula
yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur
lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama
islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.
Namun di zaman yang sekarang ini, Indonesia yang
merupakan bangsa yang berkebudayaan Timur, telah bergeser kebudayaanya ke arah
budaya Barat. Mengenai penyebab bergesernya kebidayaan indonesia dari
kebudayaan Timur ke budayaan Barat akan dibahas pada bahasan tersendiri.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berkomunikasi atau berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar–benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa. Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadianyang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda. Sistem ideologi yang ada biasanya meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan dan pengikat perilaku manusia atau masyarakat agar sesuai dengan kepribadian bangsa yang sopan, santun, ramah, dan tidak melakukan hal – hal yang dapat mencoreng kepribadian bangsa. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dll.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berkomunikasi atau berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar–benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa. Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadianyang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda. Sistem ideologi yang ada biasanya meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan dan pengikat perilaku manusia atau masyarakat agar sesuai dengan kepribadian bangsa yang sopan, santun, ramah, dan tidak melakukan hal – hal yang dapat mencoreng kepribadian bangsa. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dll.
Nama : Nurul Jannah
NPM : 15611400
Kelas : 2SA04
Langganan:
Postingan (Atom)