Sabtu, 01 Juni 2013

ETIKA BISNIS DAN KEWAJIBAN

                          ETIKA BISNIS DAN KEWAJIBAN



1.   Etika Bisnis

          Pengertian Etika Bisnis
         Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1.  Pengendalian diri
2.  Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3.  Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4.  Menciptakan persaingan yang sehat
5.  Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6.  Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7.  Mampu menyatakan yang benar itu benar
8.  Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9.   Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
1.   Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
  .   Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
             Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu
     1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
     2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

     3. Individu
     Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakat. Ada tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
  • Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
         Berdasarkan referensi-referensi dan contoh diatas. saya sependapat etika bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah yang harus dipelajari oleh semua perilaku bisnis. karena menurut saya dalam berbisnis sangat penting untuk beretika dan melakukan persaingan yang sehat antar pelaku bisnis. kita dapat melihat di contoh diatas pelaku bisnis yang menggunakan etika dalam berbisnis akan mengikuti transparansi, kejujuran, dan nilai-nilai moral yang baik. sedangkan pada contoh ketiga ialah contoh kasus yang melakukan penipuan dan penyesatan. sangat tidak bagus dan merusak nama dan citra perusahaan.
Dan pendapat saya tentang etika adalah : sikap seseorang dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas dalam kehidupan sehari-hari menurut ukuran dan berperilaku yang baik. Dan juga sangant diperlukan bagi semua pelaku bisnis

2.      2. 6 Tingkatan Membangun Moral

       1.  Etika Bisnis dan Isu Terkait
       2.  Perkembangan Moral dan Penalaran Moral
       3.  Argumen yang mendukung dan yang menentang etika bisnis

       4.  Tanggung jawab dang kewajiban moral berwirausaha
       5.  Hal-hal menarik menjadi bahan diskusi untuk wirausahawan
       6.  Kerja keras



3.      3.   Aplikasi Standar Moral
  • Berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
  • Tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu.
  • Harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya) kepentingan diri.
  • Pertimbangan yang tidak memihak.
  • Diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu. Jadi, Aplikasi Standar Moral ini merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.

4.  TANGGUNG JAWAB  MORAL
      Kapankah secara moral seseorang bertanggung jawab atau disalahkan, karena melakukan kesalahan? Seseorang secara moral bertanggung jawab atas tindakannya dan efek-efek merugikan yang telah diketahui. Ada kesepakatan umum, bahwa ada dua kondisi yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena menyebabkan kerugian ;
  1. Ketidaktahuan
  2. Ketidakmampuan
Keduanya disebut kondisi yang memaafkan karena sepenuhnya memaafkan orang dari tanggung jawab terhadap sesuatu. Jika seseorang tidak mengetahui, atau tidak dapat menghindari apa yang dia lakukan, kemudian orang itu tidak berbuat secara sadar, ia bebas dan tidak dapat dipersalahkan atas tindakannya. Namun, ketidaktahuan dan ketidakmampuan tidak selalu memaafkan seseorang, salah satu pengecualiannya adalah ketika seseorang mungkin secara sengaja, membiarkan dirinya tidak mau mengetahui persoalan tertentu.
Ketidakmampuan bisa jadi merupakan akibat lingkungan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan sesuatu atau tidak dapat menahan melakukan sesuatu. Seseorang mungkin kekurangan kekuasaan, keahlian, kesempatan atau sumber daya yang mencukupi untuk bertindak. Seseorang mungkin secara fisik terhalang atau tidak dapat bertindak, atau pikiran orang secara psikologis cacat sehingga mencegahnya mengendalikan tindakannya. Ketidakmampuan mengurangi tanggung jawab karena seseorang tidak mempunyai tanggung jawab untuk melakukan (atau melarang melakukan) sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan. Sejauh lingkungan menyebabkan seseorang tidak dapat mengendalikan tindakannya atau mencegah kerugian tertentu, adalah keliru menyalahkan orang itu.
Sebagai tambahan atas dua kondisi yang memaklumkan itu (ketidaktahuan dan ketidakmampuan), yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena kesalahan, ada juga beberapa faktor yang memperingan, yang meringankan tanggung jawab moral seseorang yang tergantung pada kejelasan kesalahan. Faktor yang memperingan mencakup :
  • Lingkungan yang mengakibatkan orang tidak pasti, namun tidak juga tidak yakin tentang apa yang sedang dia lakukan ( hal tersebut mempengaruhi pengetahuan seseorang)
  • Lingkungan yang menyulitkan, namun bukan tidak mungkin untuk menghindari melakukannya (hal ini mempengaruhi kebebasan seseorang)
  • Lingkungan yang mengurangi namun tidak sepenuhnya menghilangkan keterlibatan seseorang dalam sebuah tindakan (ini mempengaruhi tingkatan sampai dimana seseorang benar-benar menyebabkan kerugian)
Hal tersebut dapat memperingan tanggung jawab seseorang karena kelakuan yang keliru yang tergantung pada faktor keempat, yaitu keseriusan kesalahan.
Kesimpulan mendasar tentang tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian yang memperingan tanggung jawab moral seseorang yaitu :
  1. Secara moral individu, bertanggung jawab atas tindakan yang salah yang dia lakukan (atau yang secara keliru dia lalaikan) dan atas efek-efek kerugian yang disebabkan (atau yang gagal dia cegah) ketika itu dilakukan dengan bebas dan sadar.
  2. Tanggung jawab moral sepenuhnya dihilangkan (atau dimaafkan) oleh ketidaktahuan dan ketidakmampuan
  3. Tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian diringankan oleh :
  • Ketidak pastian
  • Kesulitan
Bobot keterlibatan yang kecil (meskipun kegagalan tidak memperingan jika seseorang mempunyai tugas khusus untuk mencegah kesalahan), namun cakupan sejauh mana hal-hal tersebut memperingan tanggung jawab moral seseorang kepada (dengan) keseriusan kesalahan atau kerugian. Semakin besar keseriusannya, semakin kecil ketiga factor pertama tadi dapat meringankan.
Para kritikus berdebat, apakah semua faktor yang meringankan itu benar-benar mempengaruhi tanggung jawab seseorang? Beberapa berpendapat bahwa, kejahatan tidak pernah diterima, tidak peduli tekanan apakah yang terjadi pada seseorang. Kritikus lain berpendapat, membiarkan secara pasif suatu kesalahan terjadi, tidak berbeda dengan secara aktif menyebabkan suatu kesalahan terjadi.


 5. Contoh Perlanggaran Etika Bisnis
  • Pelanggaran etika bisnis terhadap hukum
Sebuah perusahaan X karena kondisi perusahaan yang pailit akhirnya memutuskan untuk Melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam melakukan PHK itu, perusahaan sama sekali tidak memberikan pesongan sebagaimana yang diatur dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam kasus ini perusahaan x dapat dikatakan melanggar prinsip kepatuhan terhadap hukum.
  • Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi
Sebuah Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid.
Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, pihak Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi


referensi:


 

Name  : Nurul Jannah
Class  : 24SA04
NPM  : 15611400











Minggu, 28 April 2013

Tugas 2

                                               

                                Leadership In Enterpreneurship

A. definition of Leadership
Leadership is the process of directing the behavior of others towards the achievement of certain goals. Briefing in this case means to cause another person to act in a certain way or follow a certain direction.

B. Leadership behavior
Leader behavior is related to two main areas:
a. Oriented tasks set goals, plan and achieve goals.
b. Oriented people who motivate and foster human relationships.

C. Leadership Approaches
Leadership approaches consist of:
1. Approach to nature (trait) leadership
2. Approach the situation (situational) leadership

D. Determination of How to Make Decisions As A Leader
Three main factors that affect the strength or determination of entrepreneurs on leadership behaviors which will be used to make decisions is:
1. Force in self-entrepreneurs
2. Power on subordinate
3. Strength in leadership situations

E. Leadership Situation in General
A leader shows the three main types of behavior when they had fulfilled their obligations. The first type of behavior is called behavioral structure. Behavior of the structure is a leadership activity that describes the relationship between the leader and the followers of the leader or set well-defined procedures that must be adhered to by followers in performing their duties.



 Nama  : Nurul Jannah
 Kelas  : 2SA04
 NPM  : 15611400


- www.gunadarma.ac.id
- www.studentsite.gunadarma.ac.id


Minggu, 17 Maret 2013

Tugas 1
Mencari Data & Identifikasi Wirausahawan Muda


WIRAUSAHAWAN MUDA "Reza Nurhilman (AXL)"

Successful leaders take advantage of marketing through Social Media
Owner Biodata Maicih:
1) Name        : Reza Nurhilman
2) Call           : Axl
3) TTL           : New York, 29 September 1987
4) Address    : Jl.Padaringan 40 A, Complex KPAD, Gegerkalong,
Bandung
5) Education : SMPN 1 Cimahi 2002
SMAN 2 Bandung 2005
Univ. Maranatha Christian, Jur Management 2009

Product Profile

1. Spicy cassava chips (level 3,5,10)
2. Baso Fried
3. Gurilem
4. Seblak

Business Profile

With Tagline: "For Ichiher With Love" maicih want tampul close to his fans, always spoiling fans throughout the archipelago with quality taste.

Initial Business:

· Beginning in mid-2010
· With a capital of 15 million
· Production of 50 packs per day
· Variants start out chips and gurilem
· Producing level 1 to level 5
· Marketed by kelililing




Marketing Strategy

This is the point where the success maicih do with marketing strategies
out of the box. Axl use technology today is a media twitter and Facebook. Axl accidentally create exclusive products that people are curious. He did not open a store like most sellers, but sold by the media using twitter as the location where the general information (agents) maicih hung peddle wares.

Marketing the product is different from other Bandung unique snack. Potential customers can only find out where Maicih haunts every day through the microblogging site Twitter. Every day @ InfoMaicih will let you know where the product can be obtained Maicih. Maicih marketing team called the General, will sell products Maicih at certain locations. Starting from campus, office or other public places. In short, nothing lasts forever as a place to buy products Maicih. They are always mobile according to the position of the generals. A fairly unique way of marketing is proven to boost Maicih name in the world of twitter. Many are curious as to what products Maicih because Twitter users read bersliweran chirp each time. And usually those who have felt the devil chips Maicih certainly would tericih-icih alias spiciness.

That makes this product different from marketing products other products
Twitter Ma Icih bambangworld.blogspot.com
. Only by campaigning through social media twitter, Maicih, spicy chips brand from Bandung, managed to conquer the hearts of the Icihers. In fact, not a few of those who want to up grade to "General" Maicih. In effect, only one and a half years, Maicih turnover reaching Rp 7 billion per month. How do I make Maicih Republican urban young people in the country could "tericih-icih"?

Who the hell are not familiar with Maicih know? It loh, spicy chips from Bandung who is now happening at the moment "crazy-gilai" youth. "Not if you do not know the slang and tried it Maicih until tericih-icih (crazy)," he disclosed the icihers, called for fans Maicih chips. Ruar ordinary indeed. In the last week, for example, no fewer than 3800 conversations on Twitter talking Maicih.



The results of the marketing of chips "MAICIH"

Product Maicih collaboration Reza (owner of chips "MAICIH") and his friends with the locals. Residents in a village in Bandung, West Java, to make these chips helped a number of people. Mrs. Ade, Reza was appointed a partner maicih home production. They figure out how to package a range of traditional village in order to grade. Thanks professionally packaged marketing method where buyers seeking haunts chips, Mrs. Ade experience significant changes. Sales were formerly only 100 seeds but now that has partnered with maicih, a day now to 2,000 per pack. Within a month bagged turnover could reach Rp 800 million to Rp 900 million. Where a day, could reach $ 30 million profit.




Nama : Nurul Jannah
Kelas : 2SA04
NPM  : 15611400



- www.gunadarma.ac.id
- www.studentsite.gunadarma.ac.id